Intip Gaya Liburan Guru
Oleh: Siwi Nurdiani, S.Pd.
Kebijakan mengenai libur selalu menjadi kabar gembira. Termasuk ketika guru mendapatkan hak liburan selama peserta didik libur akhir semester. Apa saja aktivitas yang biasanya dilaksanakan selama liburan supaya fresh kembali saat masuk pembelajaran semester genap? Jangan sampai liburan justru menyisakan rasa penat sehingga saat masuk kembali tinggal capeknya saja.
Beberapa hal di atas lumrah terjadi di kalangan para guru. Ada hal yang dapat kita ambil sebagai alternatif pencerahan, bisa juga digunakan sebagai muhasabah diri lalu memperbaikinya kemudian. Ini dia beberapa konsep liburan para guru.
1. Mudik
Tidak semua guru beruntung bekerja atau mendapatkan tugas yang lokasinya dekat dari rumah. Ada banyak guru yang harus merantau. Bagi para guru yang memiliki keluarga jauh dari tempat tugas, momen libur semester menjadi salah satu kesempatan untuk mudik. Ini adalah konsekuensi dari guru ASN/P3K yang memang harus menerima jika ditugaskan di tempat yang jauh dari tempat tinggal/domisili.
2. Piknik
Bagi para guru yang memiliki budget refreshing di keluarga mereka, liburan adalah momen yang ditunggu untuk pergi bersama anak-anak dan keluarga besarnya ke tempat-tempat wisata. Terkadang agenda piknik tersebut sudah direncanakan berbulan-bulan bahkan setahun sebelumnya.
3. Liburan di Rumah Saja
Tipe liburan seperti ini dialami oleh sebagian besar keluarga Indonesia yang tidak memiliki perencanaan budget liburan atau bahkan mereka memang tidak perlu mudik. Rumah adalah tempat piknik terbaik bagi para guru yang selama masa bekerja hanya berada di rumah waktu sore dan malam hari. Kesempatan santai di rumah, menikmati kegiatan bersama keluarga di rumah juga bisa menjadi healing terbaik. Pos-pos di dalam rumah seperti kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi, dan toilet adalah rute-rute terbaik sepanjang hari.
4. Mencari Side Job
Bagi sebagian guru, liburan tidak akan berarti apa-apa karena ia harus menangkap peluang pekerjaan yang lain supaya bisa bertahan hidup. Guru yang gigih dan tangguh dipaksa oleh situasi kondisi seperti ini, biasanya adalah seorang yang multitasking. Ia bisa mengerjakan beberapa proyek sekaligus dalam waktu bersamaan. Mungkin ia tidak terlalu memiliki waktu untuk mengajak keluarga piknik ke tempat wisata. Ada yang masih bersemangat menyiapkan keperluan pembelajaran semester depan namun ada pula yang sudah terlalu sibuk dengan berbagai hal sehingga tak sempat memikirkan orang lain mau liburan ataukah tidak.
5. Mengikuti Webinar
Bagi guru yang berkarakter workaholic, libur adalah hal yang menakutkan. Ia takut jika disuruh libur. Maka ia menyibukkan diri dengan mengikuti berbagai webinar baik yang ada hubungannya dengan dunia guru ataupun tidak sama sekali. Ini juga menjadi salah satu nilai plus bagi para ASN yang terikat pada proses kenaikan pangkat. Bahkan menurut salah satu dosen, mengikuti webinar atau pelatihan di luar bidang keahlian guru itu justru menjadi salah satu cara pengembangan diri yang baik untuk guru. Ia akan memiliki ilmu dan sudut pandang yang lain. Dengan demikian, ia akan berpikir dengan arah yang berbeda dari sebelumnya entah itu menggaris bawahi yang sudah ada atau mencoba sebuah inovasi.
6. Menyiapkan Administrasi Guru
Administrasi guru perlu disiapkan jauh-jauh hari sebelum mulai pembelajaran efektif. Kenapa? Persiapan yang matang dan terencana selama satu semester diharapkan menjadi tolok ukur yang jelas dan terarah bagaimana seorang guru melaksanakan tugas dan kewajibannya. Tanpa perencanaan yang matang dan sistematis, pekerjaan juga banyak terkendala, tidak efektif dan efisien.
Perencanaan seperti Menyiapkan CP, TP, ATP, KKTP, Modul pembelajaran yang memuat skenario pembelajaran, media, dan bahan ajar tersebut menjadi salah satu indikator bahwa seorang guru telah siap dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Apabila di tahun sebelumnya telah memiliki beberapa administrasi maka di tahun berikutnya guru dapat melakukan beberapa revisi/perbaikan yang diperlukan, beberapa kreativitas baru akan membuahkan suasana baru di kelasnya dan berharap bahwa para peserta didik akan belajar lebih banyak lagi di semester depan, dengan semangat yang ter-upgrade.
Apapun gaya liburannya, mari dinikmati dengan sebaik-baiknya sehingga saat usai masa liburan dan harus kembali ke rutinitas pembelajaran akan memberikan energi baru.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar