Langsung ke konten utama

Penting! Baca Artikel ini Sebelum Menulis Resensi!

Penting! Baca Artikel ini Sebelum Menulis Resensi

 oleh: Siwi Nurdiani, S.Pd.

Resensi  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku, pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya. Sementara dalam https://www.kbbi.co.id resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan tt buku; ulasan buku: majalah itu memuat -- buku-buku yg baru terbit. Dalam hal ini, resensi diisyaratkan untuk buku-buku yang baru terbit. Resensi juga dimaksudkan sebagai ulasan/tanggapan yang dapat dibaca oleh banyak calon pembaca buku di luar sana. Maka pada umumnya resensi akan dipublikasikan oleh media tertentu.

Dalam beberapa literatur, dikatakan bahwa resensi sebenarnya tidak terbatas pada karya yang berupa buku saja. Pada kenyataannya, resensi digunakan juga untuk karya-karya yang lain seperti film, musik, dan drama.  Resensi dalam hal tersebut menekankan pada pertimbangan mengenai suatu karya yang masih baru ketika memutuskan untuk layak dibaca, ditonton, atau didengarkan.

Secara umum resensi memiliki beberapa tujuan, diantaranya memperkenalkan kualitas sebuah karya, sebagai pertimbangan kualitas sebuah karya, dan juga menjadi bahan studi analisis. Meskipun  begitu, ada  beberapa tokoh memilki pendapat jika resensi lebih bersifat pembangunan citra sebuah karya atau promosi dibandingkan menjadi sebuah kritik sastra. Meskipun secara umum resensi haruslah meliputi pertimbangan kelebihan dan kekurangan sebuah karya yang bersifat objektif dan faktual mengenai sebuah karya.

Kali ini kita akan membahas terlebih dahulu bagaimana caranya jika kita ingin membuat resensi untuk buku fiksi. Bagi pembaca yang menikmati fiksi (novel, cerpen, puisi) sebagai bacaan yang paling disukai, tak ada salahnya mencoba menulis resensi terhadap buku-buku fiksi terbaru yang dibaca. Cobalah keberuntungan untuk mengirimkannya ke berbagai portal media online yang tentu ada banyak peluang untuk menerima tulisan kita. Berikut bagian-bagian resensi buku fiksi.

1.        Judul Resensi

Judul resensi dibuat dengan mengambil sorotan utama dari buku tersebut. Judul resensi juga akan menjadi magnet bagi orang untuk membaca ulasan tersebut, yang ujungnya orang akan penasaran dan tertarik untuk membaca karyanya.

Contoh judul resensi:

a. Duka dalam Imaji Penyair (resensi buku Duh, Kita! resensi dituls oleh: Marjudin Suaeb)

b. Seni Menjalani Hidup Penuh Aib (resensi buku Gagal Menjadi Manusia, resensi ditulis oleh Jein Palilati Kekin)

2.      Identitas Buku

Bagian penting dari sebuah resensi adalah menuliskan identitas buku dengan lengkap dan tepat. Penulisan identitas buku haruslah benar, jangan sampai ada kesalahan tulis dan ejaan. Adapun identitas buku yang harus dituliskan yakni judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, tebal/jumlah halaman, cetakan, seri ISBN, dan harga.

3.      Highlight Buku

Paragraf pertama dari resensi yang kita tulis akan menentukan seberapa kuat rasa suka pembaca terhadap buku atau penulis buku yang kita resensi. Maka di dalam paragraf pertama ini kita bisa memulai dengan menuliskan siapa sebenarnya penulis buku tersebut, bagaimana debut dan prestasi yang dimiliki, apa keistimewaan buku ini dibanding buku lain/sebelumnya, dan value apa yang didapat pembaca seandainya membeli buku tersebut.

4.      Kover dan fisik buku

Jika ada peribahasa don’t judge book by a cover, bisa jadi benar namun bisa jadi salah. Di sini peran penting resensi untuk mengangkat sisi filosofis dari sebuah kover buku yang bisa jadi menghisap perhatian seseorang lantas  memutuskan membeli buku tersebut. Ya, wajib rasanya menelaah kover buku tersebut dengan lebih mendalam untuk dapat menggambarkan keseluruhan buku. Bahaslah material kover buku baik dari jenis kertas, warna yang dipilih, ilustrasi kover, judul novel, dan kualitasnya secara umum. Bisa jadi, banyak pembaca yang memutuskan untuk membaca satu buku karena tertarik dengan kover yang ditampilkan.

5.      Sinopsis Cerita

Menurut KBBI, sinopsis adalah karangan ilmiah biasa yang digunakan bersamaan dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis tersebut. Secara garis besar, sinopsis adalah ringkasan, abstraksi, atau ikhtisar karangan. Sinopsis yang ditulis di kover buku bagian belakang biasaya adalah tulisan singkat yang digunakan agar pembaca penasaran sehingga mau membaca novel secara keseluruhan. Untuk keperluan tersebut, sinopsis tidak memuat akhir/ending cerita atau hal detail lainnya.

Bagian yang harus ada dalam resensi novel tentunya adalah sinopsis cerita secara umum, yang menggambarkan alur utama yang dialami oleh tokoh utama. Sinopsis tersebut tidak perlu ditulis berlembar-lembar. Keterbacaan resensi juga kita harus pertimbangkan sehingga sinopsis tersebut dapat dibuat dalam satu atau dua paragraf saja.

6.      Ulasan Unsur Instrinsik

Ulasan itu berarti kita menuliskan sisi baik dan sisi lemah dari suatu novel. Agar lebih mendalam maka ulasan tersebut dapat dilakukan dengan membahas unsur instrinsik novel seperti tokoh, penokohan, alur, setting, sudut pandang, dan gaya bahasa yang digunakan dalam novel. Ulasan tersebut dapat dilakukan dengan mengangkat sisi lebih dari novel, misalnya novel tersebut memiliki penggambaran karakter yang kuat. Tulis saja siapa karakter kuat itu dan jelaskan seperti apa karakternya. Kemudian bisa dilengkapi dengan kutipan kalimat yang bisa diucapkan tokoh tersebut.

Tidak menutup kemungkinan kita dapat menulis resensi dari segi kelemahan salah satu unsur instrinsiknya. Misal ketika novel itu tokoh digarap dengan sangat apik ternyata penulisnya tidak mempertimbangkan alur cerita. Bisa jadi alur cerita kurang digarap maksimal karena ada beberapa bagian yang konflik kurang menukik atau tidak masuk akal, atau terlalu klise, meskipun hal itu membuat cerita mudah dipahami.

7.     Ulasan unsur ekstrinsik

Selain mengulas unsur instrinsik, kita juga dapat mengulas unsur ekstrinsik suatu cerita misalnya latar belakang penulisnya, kondisi sosial ekonomi negara/dunia saat penulis menghasilkan karya, atau hal-hal lain di luar tulisan itu sendiri namun mempengaruhi keberadaan buku tersebut.

8.      Penilaian Kelayakan buku

Penilaian adalah bagian terpenting dari sebuah resensi buku. Kita harus memberikan penilaian layak atau tidaknya buku tersebut dibaca dan menjelaskan alasannya. Jika layak maka pembaca akan mendapatkan apa, jika tidak layak apa sebabnya dan sebenarnya buku tersebut seharusnya menjadi konsumsi siapa? Sebab pada prinsipnya tidak ada tulisan yang tidak sesuai, hanya ada siapa yang sebenarnya sesuai untuk dibaca oleh siapa.'

Tidak ada kata sulit jika mau mencoba. Semoga tulisan di atas bermanfaat dan sampai jumpa!

Ingin membaca contoh-contoh resensi buku sastra, silakan klik tautan berikut. Silakan buka juga Resensi Novel "Sihir Negeri Pasir" Karya Siwi Nurdiani

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Anda Menjadi Guru?

Kenapa Anda Menjadi Guru? oleh: Siwi Nurdiani,S.Pd. Membayangkan jadi guru yang harus berhadapan dengan banyak anak dengan berbagai karakter dan latar belakang, bisa jadi membuat ciut nyali. Satu orang berada di antara puluhan pribadi dan jenis pemikiran juga sudah pasti tidak akan mudah. Akan tetapi ada lho, mereka yang memilih profesi ini sebagai the way of life mereka. Kira-kira kenapa ya? Foto: dokumentasi pribadi, suasana pembelajaran di kelas  Padahal Kadar Stress Guru Katanya Paling Tinggi di antara Profesi Lainnya Jika dilihat dari beban dan tanggung jawab moral yakni mendidik seorang manusia muda sehingga memiliki dasar keilmuan dan karakter yang diinginkan kurikulum, tentu guru adalah profesi yang amat mulia. Akan tetapi akan berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan dan kondisi psikis. Profesi ini dinilai kurang menjanjikan dari sisi finansial. Ada juga yang menyatakan bahwa profesi guru juga menjadi profesi yang kadar stressnya cukup tinggi. Kenapa bisa begitu y...
  Okti: Cita-cita, Pilihan Hidup, ataukah Takdir? Oleh Siwi Nurdiani, disampaikan dalam bedah novel Tanpa Gravitasi Sabtu 26 April 2025 di Joglo Girli Menoreh Pengasih Wates Kulon Progo.   Okti: Sastrawan Belia Kulon Progo dan Produktif                          Tanpa Gravity , novel kelima Okti. Novelis muda produktif, Fafa Junior-nya Kulon Progo. Menyimak Tanpa Gravity, seperti membayangkan saat Fafa belia menulis novel. Setiap kali saya membaca tulisan Fafa itu, seperti menyaksikan putri-putri cantik yang telah diseleksi, telah di makeover, dan ready di atas panggung dengan kostum terbaiknya. Melenggang di catwalk begitu indah dan super rapi. Terkonsep dengan matang. Pertama kali saya menerima kiriman novel dari Pak Tri, terbayanglah Supernova -nya Dee yang identik dengan warna hitam. Saya tidak tahu apakah Okti juga pembaca setia Supernova? Yang jelas ada harapan besar begitu pertama memegang TG di ...

Intip Gaya Liburan Guru

Intip Gaya Liburan Guru Oleh: Siwi Nurdiani, S.Pd.   Foto: dokumentasi pribadi Kebijakan mengenai libur selalu menjadi kabar gembira. Termasuk ketika guru mendapatkan hak liburan selama peserta didik libur akhir semester. Apa saja aktivitas yang biasanya dilaksanakan selama liburan supaya fresh kembali saat masuk pembelajaran semester genap? Jangan sampai liburan justru menyisakan rasa penat sehingga saat masuk kembali tinggal capeknya saja. Beberapa hal di atas lumrah terjadi di kalangan para guru. Ada hal yang dapat kita ambil sebagai alternatif pencerahan, bisa juga digunakan sebagai muhasabah diri lalu memperbaikinya kemudian. Ini dia beberapa konsep liburan para  guru.   1.  Mudik Tidak semua guru beruntung bekerja atau mendapatkan tugas yang lokasinya dekat dari rumah. Ada banyak guru yang harus merantau. Bagi para guru yang memiliki keluarga jauh dari tempat tugas, momen libur semester menjadi salah satu kesempatan untuk mudik. Ini adalah konsekuensi dari gur...